Langsung ke konten utama

Unggulan

Siapakah Dajjal? Tempat dan kemunculan Dajjal

Siapakah Dajjal  Dajjal merupakan sosok menyeramkan yang akan datang ke Bumi menjelang hari kiamat terjadi. Para salafus shalih berpendapat bahwa Dajjal adalah seorang anak Adam. Ia bukanlah seseorang dari golongan jin atau setan. Dajjal merupakan manusia yang mengingkari Allah SWT dan Rasululullah SAW. Selain itu, keluarga Dajjal termasuk ayah, ibu, kakek, dan nenek moyangnya merupakan penyembah berhala. Mereka adalah keturunan Yahudza. Dajjal terlahir dari perkawinan sedarah. Dampak dari perkawinan ini, menjadikan Dajjal menjadi manusia cacat. Bagaimana ciri-ciri dajjal seperti yang digambarkan hadis Rasulullah?  Ini ciri-ciri dajjal seperti digambarkan hadis Rasulullah menurut riwayat Bukhari: 1. Dajjal memiliki perawakan yang besar. 2. Dajjal secara fisik memiliki rambut yang keriting. 3. Dajjal memiliki mata yang buta sebelah, pada riwayat ini mata dajjal yang buta berada di sebelah kanan. 4. Dajjal matanya seperti anggur yang bengkak atau membusuk. Dalam hadis yang diri...

Fakta Yajuj Majuj berdasarkan ajaran Islam

yajuj majuj

Siapakah Ya’juj Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua suku yang akan muncul pada akhir zaman. Mereka memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi, dan mereka akan berperang melawan Isa beserta pasukannya di bukit Tursina. Kemunculan suku ini merupakan salah satu tanda besar kiamat. 

Dalam literatur sejarah Islam yaitu diDalam Alquran, Ya’juj dan Ma’juj ini disebut sebanyak dua kali, yaitu dalam surah Al-Kahfi: 83-106 dan surah Al-Annbiya: 95-98.


Dalam surah al-Kahfi diterangkan, Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi yang ditakuti oleh suatu kaum yang bertempat tinggal di antara dua gunung. Sehingga, ketika Raja Zulkarnain lewat di tempat itu, ada sebuah kaum yang memohon pertolongan kepadanya dari kebengisan Ya’juj dan Ma’juj.

Zulkarnain yang terkenal dengan tentaranya yang sangat kuat merasa tidak sanggup melawan dua bangsa perusak ini. Zulkarnain kemudian membuatkan sebuah tembok yang sangat tinggi sebagai penghalang serangan mereka.

Sedangkan, dalam surah al-Anbiya disebutkan, Ya’juj dan Ma’juj akan segera turun dengan cepat dari tempat yang tinggi ketika tembok penghalang mereka terbuka sebagai tanda telah dekatnya kedatangan janji Allah SWT. Ini adalah suatu kepastian yang sudah dijanjikan. Karena, dalam Alquran secara tegas disebutkan janji Allah untuk membukakan tembok penghalang mereka yang pasti akan dibukakan.

Alquran tidak menerangkan siapa sebenarnya Ya’juj dan Ma’juj, dari bangsa dan keturunan mana mereka. Alquran hanya menjelaskan sifat-sifat mereka, yaitu kaum pembuat kerusakan di bumi. Kalau tembok penghalang sudah dibuka, mereka akan turun mengalir seperti mengalirnya air bah yang menerjang bak banjir. Namun, bila tembok penghalang tersebut masih kokoh, mereka tidak masuk dan tidak dapat membuat kerusakan.

Ya'juj dan Ma'juj muncul setelah turunnya Dajjal dan Nabi Isa AS. Mereka membunuh semua penghuni bumi, lalu mereka menghujamkan panah ke arah langit untuk membunuh penghuni langit.

Mereka merusak apa saja yang ada di sekitar mereka. Jika mereka melewati satu danau maka air danau itu akan habis karena sifat rakus mereka. 

Ciri fisik Ya’juj Ma’juj antara lain bermuka lebar, bermata sipit, jambul rambutnya berwarna putih, bentuk wajah mereka seperti tembikar.

Lalu siapakah yg memenjarakan kaum Ya’juj & Ma’juj yg akan berbuat kerusakan nya itu?

Sosok Raja Zulkarnain

Raja Zulkarnain merupakan sosok hamba yang sholeh dan mempunyai kehebatan dari Allah. Ia bukanlah Seorang nabi tetapi beliau diberikan kepercayaan dari Allah SWT untuk menjinakkan kaum perusak yakni Ya’juj dan Ma’juj.

Kisahnya terdapat dalam Al Quran surat Al-Kahfi ayat 83 sampai 101.

Dalam Al Quran memang tidak ada cerita secara detail Zulkarnain itu tinggal di mana, kemudian anaknya siapa. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa Zulkarnain adalah seorang raja.

Konon katanya Zulkarnaen merupakan raja dari Persia yang bernama koresy tepatnya pada tahun 539 sampai 560 sebelum Masehi. Karena kebijaksanaan dan keadilan yang dimiliki oleh raja tersebut nyatanya Zulkarnain disukai oleh rakyatnya. Selain adil dan bijaksana, ia juga sangat sederhana.

Sama seperti halnya para nabi Ia juga selalu menyuruh kaumnya untuk melakukan kebaikan, mendakwahkan agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Sebagai seorang pengembara Ia juga sangat cerdas dan pandai berpetualang.

Raja Zulkarnain Membuat Tembok dari Besi

Dalam perjalanannya dan sampai di bagian bumi lain bertemu dengan Baina Al-Saddain. Baina Al-Sadain itu sendiri merupakan suatu wilayah yang berada di antara dua gunung yang tingginya sama.

Di tempat itu juga ia bertemu suatu kaum yang hidup ketakutan sebab terancam oleh suatu kelompok perusak atau Ya’juj dan Ma’juj.

Mereka menceritakan  kepada Zulkarnain bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah membuat kerusakan di muka bumi, negeri, membunuh serta merampas makanan apapun yang ada di muka bumi. Lantas kaum tersebut meminta bantuan Zulkarnain untuk membuat dinding pembatas antara mereka.

Mendengar keluhan dan melihat kaum itu telah amat sangat teraniya oleh Ya’juj dan Ma’juj maka Raja Zulkarnain bertekad membangunkan tembok penghalang. Dengan bantuan Allah SWT, Raja Zulkarnain membuat tembok penghalang menggunakan teknologi serta pengetahuan. Tembok tersebut terbuat dari besi yang dipanaskan dengan api sampai mendidih. Allah SWT juga memastikan Bangsa dan kaum perusak itu tidak bisa keluar ataupun melubanginya sampai hari kiamat nanti. Kaum perusak tersebut juga tidak bisa menuju ke negeri lain, sebab tembok tersebut merupakan jalan satu-satunya.

Sesudah membangunnya Raja Zulkarnain berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

‎{هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا. وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا}

Dinding ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain. (Al-Kahfi: 98-99), hingga akhir ayat.

Lalu dimanakah Lokasi Tembok Raja Zulkarnain Tempat Mengurung Yakjuj Makjuj?

Lokasi Diduga Tembok Tempat Mengurung Ya’juj Ma’juj

Keberadaan tembok Raja Zulkarnain tempat mengurung Ya’juj Ma’juj hingga kini masih misteri.

Sejarawan dan ahli agama hingga kini masih mencari keberadaan Ya’juj Ma’juj yang disebut akan bangkit menjelang hari kiamat kelak.

Keberadaannya secara pasti masih menjadi teka-teki yang tak terpecahkan hingga saat ini.

Tak sedikit ulama dan sejarawan yang mengungkap keberadaan tembok Ya’juj Ma’juj di pegunungan Kaukasus yang terletak pada berbatasan Armenia, Georgia, dan Azerbaijan. 

Lantas, dimanakah tembok Ya’juj Ma’juj berada?

Lorong Dariel Georgia 

Beberapa ekspedisi telah diluncurkan untuk menelusuri keberadaan tembok Zulkarnain ini. Di antara temuan yang dirasa paling kuat, lokasi tembok Zulkarnain diklaim berada di kawasan utara Georgia dan sebelah selatan Rusia. Tepatnya, berada di Pegunungan Kaukasus yang ada di bagian tengah Greater Caucasus Mountains. Para ilmuwan mendefinisikan, persisnya posisi tembok Zulkarnain ini berada di kaki Gunung Kazbek.

Kawasan itu dikenali sebagai Lorong Dariel atau Daryal (Dariel Pass). Kedudukannya ini dekat dengan Sungai Terek. Untuk menuju ke lorong tersebut, ada satu jalan yang mengarah ke sana.

Lorong ini juga dikenal dengan sebutan Gerbang Alan atau Gerbang Caucasia. Ada juga yang menyebutnya dengan Gerbang Iberia.

Menurut sejarawan Muslim Abul Kalam Azad, ada satu timbunan besar berupa tembok yang dibuat dari besi bercampur tembaga di Bukit Qawqaz atau Pegunungan Kaukasus. Bendungan berupa dinding ini ada di kawasan yang cukup sempit antara dua bukit Darial (Dariel).

Keadaan bukit itu curam dan membentang memanjang dari Laut Hitam hingga Laut Qazwain. Dinding yang menghubungkan dua bukit tersebut juga menghubungkan antara dua laut. Panjangnya 1.200 kilometer. Bukit Darial secara umum masih tidak terusik oleh tangan manusia. Abul Kalam menyebutkan, kondisinya masih teguh serta mempunyai bentuk berlapis-lapis.

Menurut Abul Kalam, model pembangunan dinding ini mirip seperti dengan apa yang dikisahkan Alquran. Pada tembok Darial itu didapati ada suatu timbunan tinggi yang terbuat dari perpaduan besi dan campuran tembaga.

Tembok Besar Cina 

Ada pula pendaoat yg mengatakan bahwa dinding yang dibangun oleh Raja Zulkarnain itu adalah tembok besar Cina. Tembok yang membentang sepanjang 21.196 kilometer di negeri Cina ini disebut sebagai hasil karya Raja Zulkarnain untuk membentengi bangsa Cina dari serangan bangsa Mongol dari utara. Namun, teori itu belum cocok seperti apa yang digambarkan Alquran.

Dari segi pembangunan, dinding yang dibangun Raja Zulkarnain terbuat dari paduan besi dan tembaga. Sedangkan, tembok Cina terbuat dari batu. Dalam sejarah juga disebutkan, tembok Cina dibangun secara bertahap selama ratusan tahun dari Dinasti Han, Dinasti Ming, dan seterusnya. Bantahan seterusnya, Raja Zulkarnain mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan raja-raja dinasti Cina tersebut tentu saja tidak.

Pendapat lain yang juga lebih mendekati tentang keberadaan tembok Zulkarnain, yaitu pendapat ilmuwan Muslim Abdullah Yusuf Ali. Ia menyebutkan, letak tembok Zulkarnain berada di distrik Hissar, Uzbekistan, tepatnya 240 km di sebelah tenggara Kota Bukhara. Posisinya ada di jalur utama antara Turkestan ke India. Tempat itu dikenal dengan nama Buzghol-khana atau babul hadid (pintu besi).

Seorang pengembara asal Cina, Hiouen Tsiang, pada abad ke-7 pernah melewati dinding ini. Dalam memoarnya ia menceritakan, terdapat pintu berlapis besi di tempat itu. Hal yang sama juga didukung oleh Khalifah Bani Abbasiyah, al-Qatsiq yang mengutus satu tim ekspedisi menyelidiki tempat ini. Mereka mendapati sebuah gerbang yang terdapat di dua gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri dan kanannya.

Dinding ini, menurut penuturan mereka, terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga. Di sinilah bergantung daun pintu raksasa yang menjadi penutup dari gerbang itu. Namun, kebenaran dari kisah tersebut masih terus diselidiki.

Full video here


Komentar

Postingan Populer